Tampilkan postingan dengan label Pada Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pada Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Suatu Waktu diantara Hujan dan Senja


suatu waktu.. ketika hujan memberangkatkan kerinduan Perempuan itu.. dan senja menjadi gemata jingga dilangit barat si Lelaki.. merampas apapun yang diciptakan oleh hati mereka.. pada waktu.. pada angan dan pada keyakinan..

si Perempuan berkata, "aku merindukanmu sayang.. kita selalu dikehendakkan hujan ketika engkau sempatkan menemuiku.." Lelaki itu termenung.. mungkin ia bahagia.. atau mungkin saja ia justru bersedih..

Lelaki itu menjawab.. "aku dilahirkan dari tubuh penghujan sayang.. ketika penantian memanggilku untuk menghampirimu.. entahlah.. aku juga merindukanmu dalam senja-senjaku, ketika hujan tak pernah melepas dari langitmu.."

Perempuan itu beranjak.. merebahkan kepala pada nadi kerinduannya dan menatap hujan pada tepian atap lalu berucap.. "sayang.. mungkinkah hujan ini membiarkan hati kita dipenuhi dengan ingatan tentang cinta..?"

kembali.. Lelaki itu menengadahkan wajah.. menatap senja yang berangsur pudar.. menjadi gelap dalam warna yang sepertinya pernah ia kenal.. tentang cinta dan segala maklumatnya yang mampu melembabkan matanya..

hingga ketika lampu-lampu kota mulai dinyalakan, Lelaki itu berkata.. "sayang.. aku menghabiskan malam untuk memegahkanmu dalam cahayaku pada gemintang.. tersenyumlah atas segala cintaku dan ingatannya.."

Perempuan itu menangis.. tak sanggup mengingat apapun yang pernah ia ingat tentang cinta.. hanya Lelaki itu yang tampak dimatanya.. butiran airmata menetes lelah dipipinya, seolah itu adalah akhir dari kejatuhannya

bersamaan dengan itu.. si Lelaki kembali memeluk kesendirian diakhir senja dan menemui malam dengan bersembab, ketika si Perempuan menyeka airmata dipipinya untuk memahami mengapa malam itu menjadi begitu hangat dalam dekapan hujan..



8 Februari 2015; Jam 1:33
BACA SELENGKAPNYA →

Kita Tak Pernah Lelah II


biarlah rasa itu semakin menguatkan sayang.. tak perlu lagi kita menenggelamkan diri dalam segala ketidakpercayaan, ketika kita tak mampu menyempatkan waktu yang terkadang begitu sempit untuk kita habiskan.. dan kita tak perlu terhanyut dalam amarah kesia-siaan, ketika kita memandang buta kepada samar yang saling menghampiri..

entahlah.. mungkin kita sama-sama mengerti, bahwasanya terlampaui sulit untuk memaknai keterasingan perasaan kita pada kisah ini.. meskipun kita telah mengairmatakannya, tetapi rasa itu justru mampu untuk menguatkan kedewasaan kita.. tidak untuk kisah lalu kita mampu melakukannya.. tetapi atas nama cintalah kita bisa melaluinya..

sayang.. dengarlah.. mungkin kelak diantara kita akan berdiam diantara semua kemungkinan yang enggan kita inginkan.. tetapi.. kita mungkin akan cukup mampu untuk menghampiri dan memautkan genggam kembali meskipun tak sepatah terucap untuk sebuah kehilangan yang selalu saja bisa dikembali-hadirkan.. percayalah..


7 Februari 2015; Jam 15:12
BACA SELENGKAPNYA →

Kita Tak Pernah Lelah I


kita tak pernah lelah untuk menyebutkan abjad-abjad cinta dalam keteragungannya.. ketika hati terlalu riskan melafadzkannya dalam kesedihan.. dan ketika kita terpaksa menghampiri ketersediaan waktu kita untuk menjumpai apa yang diharus-lakukan dalam ketergesaan kehidupan..


5 Februari 2015; Jam 20:12
BACA SELENGKAPNYA →

Kisah Kesempurnaan Februari


Februari.. memberikan kita kesempurnaan kisah tentang apa yang pernah kita lewatkan tanpa saling berucap tentang segalanya.. juga tentang kita yang pernah menggenangkan segala keinginan pada tepian malam, ketika kelak nama-nama kita akan tersebut-harapkan pada deretan asa yang diungkapkan..

aku pernah menjumpaimu dulu.. ketika tatapan-tatapanmu menenggelamkan ingatanku tentang sesuatu yang sempat aku lupakan dan tetap tumbuh disana.. lalu membiarkan segala tanyaku terpasung diantara apa yang aku ingat tentang seseorang yang menegarkan diri dalam lingkar takdir yang menguasainya..
...
 

aku tergerus dalam putaran bulan-bulan yang berotasi pada ingatan tentangmu.. ternyata kita pernah sama-sama mencintai segala sesuatu yang dikehendaki waktu ketika logika berbicara tentang airmata.. tertawaan.. kepedihan.. dan kebahagiaan yang kerap kali menghampiri dan singgah dihati kita..

sekiranya.. setelah bulan terakhir pada tahun kemarin adalah awal tentang kita.. maka ijinkanlah separuh hati ini untuk berdiam dihatimu.. hingga saat ketika aku benar-benar ada disampingmu dan menyerahkan separuhnya lagi untuk kita jadikan peniadaan atas segala sesal bahwa kita diperkenal-temukanNya hingga saat itu..



2 Februari 2015; Jam 23:14
BACA SELENGKAPNYA →

Cahaya Bagi Jiwamu


sayang.. jika kenyataan terlalu kering untuk kita hadirkan kembali disuatu waktu ketika kita sama-sama terjaga pada penghujan.. dan jika kehadiran telah melelah dalam kesetiaan yang selalu mengenalkan kita pada getasnya penantian.. akan aku pastikan padamu bahwa.. ketika engkau terlelap ditiap busur kerinduan yang aku hujamkan kearahmu, disitulah aku akan kerap kali diingat-kembalikan oleh janji yang menjagamu disetiap waktu..

aku yang pernah tak berharap apapun yang kelak terciptakan oleh keadaan ini, akan mewujudkan diri menjadi api yang akan terus memberi cahaya-cahaya bagi jiwamu.. bahkan ketika aku dipaksa-haruskan mengingkari ketidak fanaannya ketika aku perlahan mengarang dan menjadi abu.. dan juga ketika aku harus mengingkar-relakan cahaya itu perlahan redup dan melebur bersama lelehannya dikeserupaanku sebagai lilin-lilinmu..

sayang.. tetaplah terjaga pada titian-titian pelangi yang kita ciptakan.. jadilah apa yang seharusnya kita lakukan ketika kita hanya mampu menatap keindahan warnanya bersama warna bebungaan ini dengan saling genggam.. kita akan menyaksikan juga bahwa, sebuah warna kejinggaan akan menebar-luas dilangit kita selepas hujan ini.. dia akan mempersembahkan senja yang kelak bermuara pada ingatan kita tentang warna-warna kerinduan..



2 Februari 2015; Jam  11:08
BACA SELENGKAPNYA →

Untukmu Sahabatku.. Berkuatlah


untukmu.. berkuatlah pada jiwa-jiwa yang telah memastikan dirinya mampu tetap bertahan dalam terpa badai.. dan tiada siapapun dapat menjaminkanmu untuk tetap terpuruk.. ingatlah.. tiada kesedihan tanpa kebahagiaan.. tiada hadir tanpa kepergian.. dan tiada awal tanpa keberakhiran..

seseorang disuatu waktu pernah berkata.. kita tak pernah menanam apa-apa, kita tak pernah kehilangan apa-apa.. entahlah.. pastikanlah bahwa sesungguhnya kita tetap berada dalam keterluasan maafNya, ketika hati telah terjatuh dalam jerat rasa, lalu menolak untuk bertahan dari semua erat kepedihan yang terlampau sulit dipulihkan..

mungkin begitu terbatasnya ruang untuk engkau mampu memandang segala kenyataan dengan mata yang terhalang segala debu.. tapi tidak untuk mencium wangi yang senantiasa terbaca disetiap gerak yang mampu engkau rasakan pada kasatnya.. sesungguhnya kita adalah kelahiran yang terus mencari kesejatian pada kelahiran yang lain..

hadapilah dalam segala keterbatasan yang setiap detik mengikutimu.. tidaklah untuk kehidupan saja kita akan berhadapan dengan begitu beratnya langkah.. tetapi juga untuk Cinta, ketika ia menghampiri lalu engkau mencoba untuk berlepas dengan semua hal yang kau anggap sebuah kesia-siaan..

yakinlah akan berakhirnya semua yang telah engkau alami dihari kemarin.. jika saja Tuhan berkehendak lain, dia tidak akan memberitakan kepadamu ketika engkau terjatuh.. Ia akan meyakinkan diriNya bahwa jiwamu telah siap kembali dan mampu untuk meneruskan perjalanan tanpa derai kecemasan disetiap langkahmu..



4 my friend in SwarnaDwipa, berkuatlah..
30 Januari 2015; Jam 13:10
BACA SELENGKAPNYA →

Segala Pengandaian Ini


anggap saja aku ada disampingmu.. dihadapanmu.. lalu menatapmu tajam, setajam engkau menatap segala diamku saat itu.. mungkin kelak aku tak mampu berkata apa-apa tentang dirimu, ketika tatapan-tatapan kita bersatu dalam genang airmata yang tertahan.. atau ketika kedua tangan kita saling erat tergenggam dalam kerinduan yang tertunaikan..

anggap saja aku mengucapkan sesuatu padamu saat ini.. tentang segala mystery of soul yang sempat diretakkan oleh malam.. tentang keterlengkapan hati kita untuk menghadapi esok dan lusa.. atau kesiapan kita merenggut kembali segala apa yang pernah coba kita sematkan dalam warna-warna pelangi dan meletakkannya dihati kita..

anggap saja kita duduk bersama dalam nuansa remang pada sebuah senja.. dan perlahan membuat kita terhanyut dalam kisah-kisah yang mampu meredakan isak yang mengalir.. lalu kita akan saling bersandar pada bahu-bahu yang telah bersiap sejak segala kata-kata tertumpah pada kalimat kerinduan..

mungkin saja.. segala pengandaian ini akan menjadi sesuatu yang selalu kita ingat dalam kesendirian.. mungkin saja.. segala penganggapan ini akan membuat kita terjebak dalam ada dan ketiadaan yang kekal.. atau mungkin saja.. diantara kita telah menjadikan semua ini kebersamaan yang hanya mampu kita rasakan ketika mimpi-mimpi enggan dikejut-bangunkan..

sayang.. kita tak akan melakukannya.. kelak kita akan mengakhiri segala kemungkinan itu dengan saling menguatkan tentang hati.. tentang cinta.. dan tentang janji..



28 Januari 2015; Jam 17:37
BACA SELENGKAPNYA →

Aku dan Angka-angka Bulan Januari


pada angka-angka terakhir bulan januari.. Aku tak pernah utuh menemui tentang tanpa namamu pada hari-harinya.. dalam kecemasan tentang yang pernah terdengar.. yang pernah terlihat.. dan yang pernah aku rasakan ketika engkau menjawab apa kata hatimu dalam luapan rasa yang selalu kita mengerti..

hingga hari ini..

ketika kehendak kita beranjak dari datarnya ketidak-keinginan untuk berdiam pada ketertutupan.. lalu bercampur dalam binar senyum yang selalu kita pautkan dalam kata yang tersemai disemesta rasa.. kita akan menemui betapa kita tak pernah bisa mengelak pada apa yang telah Tuhan tuliskan..

telah aku sampaikan pada arah yang telah bersiap diri dihadapanku.. bahwasanya aku tak mengenal lagi segala hitam apapun tentangmu.. bahkan ketika esok dan lusa disakit-patahkan "arah" yang berbalik dan tak mengijinkan segala langkah.. aku tetap menantinya, hingga tersembuh-luruskan..

aku dan angka-angka bulan Januari.. menjadi saksi atas sebuah nama..
namamu..

27 Januari 2015; Jam 23:57
BACA SELENGKAPNYA →

Langit Yang Tidak Lagi Bermendung




aku tahu.. kita mengalami hal yang selalu saja sama ketika mengayuh dalam perahu yang bernama kenyataan.. masih saja ada kepak camar yang terdengar, masih saja terpecik tetes gelombang.. masih saja kehilangan arah ketika pekat menutupi mata kompas kerinduan.. dan masih saja melengkapi badai kegetiran ketika diantara kita terpaksa saling mengikhlaskan untuk hal yang sangat kita pahamkan..

kita selalu saja bersiap menurunkan layar untuk mengikuti saja arah angin yang kelak membawa kita pada hal yang pernah kita janjikan.. dan kita mungkin saja pernah berfikir untuk menyegerakan segala tempuhan ini berakhir pada sebuah dermaga yang kelak kita namakan ia "kebahagiaan".. dan beryakin akan menemui kembali riuh lambaian mimpi-mimpi yang sempat kita lepaskan..

kita telah menjadi sesuatu yang dimengerti oleh biru samudra, ketika mereka mengombangambingkan kita pada amuk gelombang tanpa sedikitpun terluka.. dan kitapun kelak akan menemui langit yang tidak lagi bermendung pada akhir tempuhan yang mungkin selalu menguras airmata.. Aku akan berkata.. "Sayang.. lihatlah! kita telah tiba.. pada apa yang pernah kita tujukan, pada apa yg pernah kita harap-doakan.."



25 Januari: Jam 15:39
BACA SELENGKAPNYA →

Menyapamu Dalam Genangan



entah sajak keberapa-kalikah yang sudah aku tuliskan untukmu.. aku bahkan tak mampu menghafalnya satu persatu dalam tiap hujaman rindu yang menyimpuhkanku pada sosok dirimu.. yang aku ingat adalah.. ketika siapa saja diantara kita yang membacanya dalam kepasrahan pada keterbelengguan akan kerinduan, disitulah kita akan dihadapkan kembali pada ketidak mengertinya kita, ketika memilih untuk mengakhiri semua dengan perjalanan ini..

dan ketika hujan malam ini berakhir dengan derai gerimis yang tak juga mulai reda, aku sempatkan untuk sekedar menyapamu pada genangan-genangannya.. yang seketika saja menjelma menjadi sesuatu yang aku kira masih berteguh pada pilar-pilar kepedihan masa lalu.. hingga sampai akhirnya dentang jam yang menunjuk berbisik padaku.. "kau telah aku selamatkan, ketika engkau letih berpegang dari segala apa yang selama ini engkau yakini.. bersetialah dengan hari ini dan esok, niscaya semua akan berakhir sesuai yang kau mau..



23 Januari: Jam 2:05
BACA SELENGKAPNYA →

Tentang Aku dan Kita (III)


seperti kemarin dan berhari lalu.. kita tak sanggup saling menguatkan kerinduan yang dihentikan paksa oleh sesuatu yang pernah kita kerdilkan pada keterluasan rasa.. kita hanya mampu untuk memahami dalam ingatan, bahwa tiada lebih sempurnanya untuk menjumpai cinta dalam hitam-pekatnya jarak sekalipun..

waktu seperti ketergesaan yang selalu mengejar kita pada keterbatasan yang belum kita sanggupi.. kita serupa api yang menandai titik-titik airmata untuk segera kita kemaraukan dalam kuasa hangatnya.. dan sekali lagi... ... ... waktu telah menjadi apapun yang kita ingat tentang kebahagiaan yang tertunda..

dan akhirnya... ... ... seperti yang mungkin telah dituliskan Tuhan, bahwa keteduhan kelak akan mengalir dalam sungai keterasingan kita.. memberikan rakit kecil yang pernah kita buat dipenghujung tahun lalu dihari kemarin.. dan menyegerakan kita untuk menuntaskan dengan kayuh-kayuhnya menuju apa yang kita namakan telaga kerinduan..

dan kita saling berurai dalam rakit itu.. mungkin akulah yang tak pernah mengirakan begitu tersepinya hari-hari yang lalu, ketika aku tak menyadari ada sebuah hati yang setia menantikan segala apa-apa tentang yang aku ingin ucapkan kepadanya.. tentang kerinduan dan hangatnya sapaan, juga tentang tawa yang menghiasi hari-hari kita sebelumnya..

maafkan aku..


21 Januari pukul 12:51
BACA SELENGKAPNYA →

Tentang Aku dan Kita (II)



bahkan.. dalam tiap aku berjibaku dengan keyakinan atas segalanya tentang engkau yang aku cintai.. aku senantiasa menuliskan apapun yang kelak aku temukan dalam tempuhan ini.. about bad dream, all hope is gone and everything about we are of shed tears..

tidakkah kau merasakannya sayang... bahwa setiap airmata yang mampu untuk tidak kita teteskan dalam penantian adalah sebuah jawaban atas pertanyaan-pertanyan kita sendiri.. yang terkadang selalu mentah untuk dimengerti, ketika kita menghadapi begitu getasnya kenyataan..

kelak dalam deretan abjad yang pernah aku sampaikan pada rasa yang selalu menjumpaimu dalam kerinduan.. aku yakinkan kepadamu, bahwa ketika kita tak sempat lagi saling menemui dalam short of thousand miles by phone, beryakinlah bahwa itu semua untukmu..

20 Januari pukul 11:36
BACA SELENGKAPNYA →

Tentang Aku dan Kita (I)


engkau tahu.. kelak ditengah dan dipenghujung perjalanan nanti, kita kembali pada sebuah kekosongan yang pernah kita basuh-usapkan dihati dan cinta.. tak sesuatupun bisa kita putuskan untuk kembali menangis atau berdiam atas nama semua cerita yang pernah kita bangkitkan dari serakan-serakan masa lalu..

kita akan dikembali-paksakan untuk saling menyetiakan pada penantian.. saling menguatkan hati.. dan saling mempercayai vonis Tuhan tentang kita.. dan kita serupa bebungaan yang bermekaran ditaman saat itu.. menawarkan wangi pada penghuni semesta, setelah itu terjerembab dalam genang-genang airmata yang kita gali sendiri..
 
 
mungkin saja.. kita terlalu siap berlelah dalam tempuhan ini.. terlampau meyakini yang tak tersanggupkan.. dan terlalu mencintai apa yang kita saling janjikan.. tapi tak sanggup mengimani bahwa kita telah dan akan tetap berjalan dalam ketergenggaman, sepanjang apa yang kita percayai sebagai kebersamaan dalam cinta..

dan akhirnya.. aku akan terus mengatakan pada sesuatu yang terlahir dari keputus-asaanmu.. bahwa engkaulah yang akan mengisi episod drama terakhir yang kugelar dihadapan Tuhan.. tentang kesetiaan yang tak henti kureguk.. tentang luas samudra penantian yang membentang.. juga tentang akhir perjalanan, ketika kelak aku menemuimu..


18 Januari 2015; Jam 20:19
BACA SELENGKAPNYA →

Malam Dengan Kerinduanmu



Malam selalu saja menyesatkan kita pada belukar dan belantara kerinduan seperti yang sempat kita genapkan siang kemarin.. dan gelap seringkali menjadi kebisuan pada batasan-batasan yang sesungguhnya telah gagal kita benci ketika dia hadir dan duduk bersebelahan dengan kita dalam kesendirian..

kita selalu merasa bahwa kehampaan telah menjadi pelengkap diantara jarak yang teramat sulit dibaca oleh tatapan hati.. dan pada akhirnya kita hanya mampu untuk saling menyeka apapun yang mengalir ketika kerinduan datang dan berpusara pada apa yang kita namakan cinta..

ketahuilah sayang.. aku bukan lagi bayang-bayang yang mengatasnamakan mimpi sebagai penawar rasa disudut-sudut hatimu.. aku akan menggenggam hatimu dan membawa rasamu untuk menjauh dari lautan kegelisahan yang mungkin menenggelamkan semua yang bisa membahagiakan kita..

dan percayalah.. engkau akan selalu mampu untuk tersenyum dalam segenap genggamanku, ketika rembulan berkuasa lagi atas segala malam-malammu..

 
16 Januari 2015; Jam 8:48
BACA SELENGKAPNYA →

Jangan Menangis Sayang

 
"jangan menangis sayang.." aku tak mampu untuk mengusap airmata yang kau pertanyakan pada kerinduanmu malam ini.. aku yang sempat bertegar pada lipatan jarak yang menuliskan apa-apa yang kita yakini adalah penantian, terpaksa harus juga menelagakan airmata dikantung-kantung kerinduan dalam tengadahku.. ketika engkau berkata dalam isak yang kau tuliskan.. "aku menangis mengingatmu.."

airmata adalah segala ketidakberdayaan kita mengungkap sebait rasa ketika kita tak mampu untuk menyatu dalam ketergenggaman malam ini.. dan ketika gemintang ikut berlebam untuk semua keterbatasan yang ada, untuk genangan airmata yang diteteskan, dan untuk harap yang pernah kita titipkan pada doa-doa.. aku tetap akan menujumu dalam setiap jerat yang kelak terhadirkan..

"aku sayang padamu.." dan itu berulang-ulang kali kukatakan pada apa yang telah kita tunaikan dilembaran-lembaran kisah yang belum sempat mengering.. yang masih saja akan tertulis kisah-kisah lain tentang kita disana, ketika malam selalu menjadi aroma kegetiran yang enggan kita jadikan kepedihan yang sesungguhnya.. juga yang akan selalu kukatakan padamu ketika kudengar engkau mulai berairmata..

"jangan menangis sayang.." semua yang tertuliskan dan kita yakini dalam bentang-bentang kerinduan yang terlampau sesak ini akan menyaksi dalam segala tempuhannya ketika kelak kita ditemu-satukan..


17 Januari 2015; Jam 1:32
BACA SELENGKAPNYA →

Keterlengkapan Kisah Sebuah Pagi




Pagi..

yahhh.. pagi yang berbeda bagiku ditiap ketergantian waktunya.. pada gugusan hari yang semakin merekatkan.. pada apa yang terlanjur kita lalui dengan ungkapan kerinduan.. dan pada sebuah kalimat yq tertanam diantara hembusan yang tak sempat aku tiupkan lebih dulu diawal pagimu..

"Selamat pagi sayang.."

aku yang kerap kali menjadi pertanyaanmu ketika matahari tergelincir menuju fajar, tak sempat lagi untuk menyelesaikan dan menjawab semua pertanyaanmu.. ketika aku juga menyerahkan kembali semua pertanyaan pada kerinduan yang erat kugenggam ditempuhan malam tadi..

aku serupa dingin yang enggan berdiam pada gemuruh hangatnya fajar.. dan engkau serupa tetes hujan yang diendapkan dingin menjadi butir bening ditepian daun.. dan kita selalu saja dalam ketersempurnaan ketika kita melengkapi kisah sebuah pagi dengan kata-kata..

"Selamat pagi sayang.."


14 Januari 2015; Jam 6:39
BACA SELENGKAPNYA →

Keindahan Untuk Kita


kita dihadirkan disini untuk saling memberikan sebuah hati, ketika jiwa-jiwa kita belum sempat terabukan oleh terangnya kenyataan.. kita yang kemarin pernah saling menyembunyikan tentang apa yang kita sebut perasaan.. seolah melupakan segala yang pernah kita benamkan dulu pada ruang dan jarak yang tampak selalu gelap dihadapan kita..

jarak dan ruang yang kita sempat yakini adalah sebuah tirai.. sebuah janji yang sulit disempurnakan.. juga sebuah langkah yang teramat berat kita bentangkan pada peta-peta hati.. kini telah teramat mudah terurai pada kata-kata yang selalu kita katakan ketika hati menjadi sangat terindukan oleh cinta..

sayang.. kita telah menjadikan diri kita menjadi apa yang kita kehendaki.. tak sesuatupun yang pernah kita ingat tentang kepahitan, muncul dalam perjalanan ini.. mungkin kita selalu mampu untuk menghabisi hari-hari kita dalam keindahan.. sebagaimana keindahan itu diciptakan Tuhan untuk jiwa-jiwa yang selalu terkuatkan..

13 Januari 2015; Jam 13:16
BACA SELENGKAPNYA →

Ketika Sama-sama Mengerti


ketika kedua insan itu mengerti tentang apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan cinta mereka.. dan ketika kedua insan itu menyadari, bahwa tidaklah lebih berkuasanya kekuatan Tuhan dalam menyatukan cinta mereka..

yakinlah.. tidaklah akan ada kesia-siaan yang kelak bisa menyakiti mereka dalam perjalanannya.. ketika Tuhan menghadapkan mereka pada jurang yang memaksa mereka untuk saling mengakhiri..


11 Januari 2015; Jam 10:30
BACA SELENGKAPNYA →

Antara Pekat dan Dekat

 

suatu waktu yang gelap dan teramat dekat adalah ketika satuan jarak yang berbaris dipixel-pixel google earth menjadi beku dalam tatapan-tatapan mata kita..

atau ketika begitu dekatnya kita menatap potongan-potongan wajah pada layar mungil digenggaman tangan, dan sesekali kita meletakkannya didada..


9 Januari 2015; Jam 14:32
BACA SELENGKAPNYA →

Bait-bait Keniscayaan


tak sesuatupun ingin kutulis siang ini hingga mentari kelak tertelan senja.. ada serupa dirimu yang akan hadir pada jingganya, hingga aku harus memunguti satu persatu kata-kata yang pernah aku hapus-hilangkan selagi engkau membaca apa yang pernah aku tuliskan..

lalu menjadikannya bait-bait keniscayaan untuk menuntun sebuah kemungkinan yang jika saja Tuhan inginkan.. adalah aku yang senantiasa menghadirkan sebuah senyum diantara segala harapmu.. adalah mungkin aku juga yang tak tersengajakan meretaskan airmata dibening bola matamu..

maafkan aku..


8 Januari 2015; Jam 12:57
BACA SELENGKAPNYA →